Home Humor Politisi dan Survei Kepuasan
formats

Politisi dan Survei Kepuasan

Published on September 29, 2011 by in Humor

Suatu saat, seorang politisi dari sebuah partai yang berkuasa mengkritisi hasil survey sebuah lembaga survey yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan telah turun menjadi di bawah 50% saja. Kata politisi tersebut, “Adalah sangat tidak masuk akal, menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja, tapi dianggap mewakili sekian ratus juta orang!”.

Pihak lembaga survey mencoba menerangkan tentang teknik pengambilan sampling, dari random sampling, non random sampling, bahkan sampai teori limit pusat. Akan tetapi politisi tersebut tetap menolak, katanya, “Anda terlalu banyak berteori, tapi tidak sesuai dengan fakta. Kebenaran hasil survey itu masih sangat diragukan karena hanya menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja. Penduduk di Indonesia adalah ratusan juta!” Peneliti masih bersabar dengan mencoba menerangkan kembali, mengulang teori tentang proportioned sampling, stratified sampling, snow ball sampling dan berbagai teori yang lain. Karena politisi tersebut masih ngotot, maka peneliti tadi berkata, “Baiklah Pak, suatu saat, ketika Anda sakit dan memerlukan test darah, tolong bilang kepada petugasnya untuk MENGAMBIL SEMUA DARAH ANDA!”
Sumber : KS

Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita menggunakan sampling dan percaya akan kebenaran sampling itu, namun ketika dibawa ke bidang lain (politik) kadangkala seseorang berusaha dengan segala cara untuk menolak hal itu. Contoh mudah, ketika anda memasak, anda cukup mencicipi sedikit saja untuk mengetahui rasa makanan tersebut sudah enak atau belum. Prinsip dasar dari Sampling atau Metode Penarikan Contoh adalah cukup dan mewakili. Ketika keduanya sudah terpenuhi kenapa harus bersusah payah untuk menambah jumlah sampel/contoh. Selain itu perlu diingat, ketika jumlah contoh semakin besar, maka akan semakin besar pula biaya penelitian anda :) .

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
1 Comment  comments 

One Response

  1. abrari

    Haha, bener juga. Peneliti yang cerdas :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© Statistician's Apprentice proudly powered by WP.org
credit